Mengakali Koneksi FastNet yang Sering Down Dengan D-Link DWR-116

Mimpi gue punya koneksi internet cepet unlimited dengan harga terjangkau akhirnya kesampean juga setelah FastNet masuk kompleks rumah sekitar 7 tahun lalu. Gimana enggak? Up to 384 Kbps sepuasnya hanya Rp99.000/bulan sebelum pajak. Iya, 7 tahun lalu masih belum banyak orang, bahkan di ibukota sekalipun, yang punya internet ampe 384 Kbps. Setiap berangkat kerja bawaannya pengen cepet pulang secara internetnya lebih cepet dan sepuasnya dibandingkan dengan tempat kerja.

Hampir tiap tahun angka itu mengalami upsell hingga kini tagihan FastNet rumah lebih dari setengah juta rupiah setelah pajak. Kali ini termasuk siaran TV berbayar dari Firstmedia yang gue sendiri hampir gak pernah nonton dan internet 6 Mbps yang gue pikir overkill untuk kebutuhan gue dan keluarga di rumah. Gue butuh speed upload yang lebih kenceng xD

Sayangnya peningkatan kecepatan itu justru malah membuat koneksi jadi lebih sering down. Tahun lalu sendiri ada sekitar 2-3 kali down dengan durasi bervariasi mulai dari 30 menit hingga 3 jam dengan berbagai penyebab. Padahal awal-awal pake FastNet mungkin down hanya 1-2 tahun sekali dan hanya berlangsung sekitar 15-20 menit, kontras dengan kompetitornya dari perusahaan plat merah berbasis ADSL yang bisa down 5-6 kali dalam setahun dan bisa berlangsung 2-3 jam atau bahkan lebih.

Setelah 3 tahun terakhir lebih banyak kerja dari rumah, gue pikir bakal repot kalo jadi sering down tanpa pemberitahuan gini. Bukan gak mungkin nanti down-nya pas gue lagi ngejar deadline penting. Kan gak lucu =| Jadi gue pikir lebih baik siapin setidaknya 1 koneksi internet cadangan yang bisa langsung online sewaktu-waktu FastNet down. Seamless gitu..


Setelah browsing-browsing beberapa hari, wireless router D-Link DWR-116 menarik perhatian gue. Kenapa? Karena dengan hanya Rp300 ribuan, gue bisa dapet wireless router dengan 2 antenna external berkekuatan masing-masing 5dBi (biasa 2dBi) yang mampu menjangkau area lebih luas dan mendukung 2 koneksi internet berbeda, yakni ADSL/Cable dan CDMA/3G/4G LTE USB modem. Bukan cuma itu, wireless router ini punya fitur auto-failover yang membedakannya dengan wireless router lainnya. Apa sih fungsi fitur itu?

Fitur auto-failover memastikan bahwa kenyamanan kita menggunakan internet tidak akan terganggu karena koneksi internet cadangan yang menggunakan port USB akan secara otomatis mengambil alih jika koneksi internet utama yang menggunakan WAN terputus. Tentu aja kita harus memastikan paket data di USB modem masih berada dalam masa aktif dan kuotanya belum terpakai habis. Oya, port USB pada D-Link DWR-116 ini terletak di permukaan atas wireless router dan bukan di belakang. Bentuknya sekilas mirip fingerprint scanner.. (baca : sempet kecele)


Untuk keamanan koneksi WiFi, D-Link DWR-116 dilindungin ama enkripsi WPA/WPA2. Kita bisa cepet buat koneksi aman ke perangkat lain cukup dengan teken tombol WPS (Wi-Fi Protected Setup). Wireless router ini juga menggunakan firewall aktif ganda (SPI dan NAT) untuk mencegah serangan dan gangguan yang tidak diinginkan dari internet. Ada juga fitur QoS (Quality of Service) yang bakal prioritasin lalu-lintas data tertentu untuk mastiin data penting dapet bandwidth optimal.

D-Link sebenernya merek yang udah gak asing lagi buat gue dan keluarga secara modem cable yang gue beli 7 tahun lalu itu D-Link DCM-202 dan masih berfungsi dengan baik ampe sekarang padahal dia nyala 24 jam sehari dan 7 hari seminggu kecuali pas mati lampu. Not bad lah ya?

… Ah kebetulan doang kali pas dapet yang bagus!


Eits.. Enggak juga. Sekitar 3 tahun lalu saat pertama kali memutuskan untuk kerja sendiri dari rumah, gue sadar laptop di atas meja kerja dalam kamar gue di lantai 2 hampir tidak terjangkau signal wireless router rumah yang terletak di lantai 1. Untuk itu gue berpikir untuk membeli sebuah access point untuk memperkuat signal di dalam kamar dan pilihan gue jatuh kepada D-Link DIR-505. Pertimbangan gue adalah desain dan ukurannya yang hemat tempat serta keawetan modem D-Link yang gue beli beberapa tahun sebelumnya. Alhasil terbukti ampe sekarang D-Link DIR-505 masih awet gue pake 24×7 kecuali pas mati lampu.

Sekalipun.. Sekalipun karena baca tulisan ini trus lo beli wireless router D-Link dan ada masalah, lo gak perlu khawatir. Kenapa? Karena lo bisa curhat masalah produk D-Link elo di nomer bebas pulsa 0800-14014-97 di hari dan jam kerja (senin-jumat jam 9 pagi s/d 6 sore). Bukan cuma bisa curhat, kalo beneran ada masalah dengan produknya, elo bisa klaim garansi. Menariknya, meski harga produk cuma ratusan ribu rupiah gini, garansinya bukan cuma 1 tahun kayak hape, tablet ato laptop lho tapi ampe 3 tahun. Mantep kan? 😉

GD Star Rating
loading...
You can leave a response, or trackback from your own site.
Ingin mempublikasikan ulang artikel ini di situs anda?


*copy-paste kode di atas ke dalam form posting blog Anda


Top incoming search terms for this post