Avast Freemium

Avast Gunakan Model Bisnis Freemium

Antivirus sebagai pelindung komputer anda dan segala isinya disadari memiliki kedudukan penting di dunia yang terkomputerisasi ini. Setelah berita Intel akuisisi McAfee lalu, kali ini AVAST, salah satu perusahaan antivirus yang sudah mempunyai nama besar berhasil meraih tambahan dana sejumlah 100 juta dolar US berdasarkan investasi yang dilakukan Summit Partners.

“Investasi yang dilakukan Summit Partners merupakan suatu dukungan kepercayaan pada model bisnis ”freemium” kami, dimana kami menggabungkan produk gratis (free) kami dengan yang premium.” Ujar Vince Steckler, CEO AVAST, pada keterangan pes resmi mereka. Bagaimanapun juga, model bisnis mereka yang bersifat Freemium ini telah membongkar tradisi bisnis antivirus, dimana para vendor biasanya mengandalkan iklan atau biaya instalasi. Dukungan dari Summit Partners ini tentunya membuat AVAST semakin awet dengan sistem bisnis yang mereka jalani.

Sebagai produk antivirus yang melindungi satu dari lima komputer di seluruh dunia dari berbagai malware, AVAST yang sudah memenangkan award ini memiliki perlindungan kuat berdasarkan communityIQ system dari data yang di-submit para pengguna mengenai berbagai virus dan situs yang terinfeksi. AVAST memiliki keyakinan tinggi dengan bantuan dari Summit Partners, mereka mampu menghasilkan antivirus yang berkualitas dan GRATIS, untuk berbagai jenis penggunanya.

Salah satu pendiri Avast Software, Pavel Baudis, mengatakan bahwa perusahaan Virus Lab menambahkan sekitar 3.000 sampel virus baru untuk database-nya setiap hari, jika dibandingkan dengan masa lalu dimana satu virus terbaru hanya muncul setiap enam bulan ketika ia membuat sebuah program untuk menghapus virus Wina pada tahun 1988.

Jika AVAST tetap bersikukuh dengan sistem freemium yang mereka jalankan, tampaknya AVAST siap menjadi ancaman besar bagi para vendor antivirus lainnya. Mungkin ini akan menjadi awal dari perkembangan antivirus selanjutnya dimana anda tidak perlu membayar lagi untuk menggunakan jasa antivirus. Kata GRATIS tentunya lebih digemari pengguna, termasuk khalayak Indonesia.

Apakah anda termasuk orang yang menggunakan jasa antivirus premium? Bagaimana pendapat anda mengenai sistem Freemium yang dijalankan ini?