Facebook Phone

Drama Facebook Phone

Berita yang menghebohkan datang dari berbagai media mengenai Facebook, yang diisukan sedang mengerjakan proyek rahasia untuk menelurkan Facebook Phone. Berita menggemparkan ini naik ke permukaan, membawa dua nama karyawan kelas atas Facebook : Joe Hewitt dan Matthew Papakipos, yang dikabarkan menjadi pihak yang mengerjakan proyek ini secara diam-diam, tanpa diketahui berbagai karyawan lainnya. Tak lama kemudian, juru bicara Facebook pun turun tangan.

Pihak Facebook yang diwakili oleh Jaime Schopflin menyangkal berita tersebut. Schopflin mengakui bahwa mereka memang sedang mengerjakan integrasi yang lebih dalam dengan beberapa produsen handphone, namun bukan berarti mereka akan membuat handphone khusus bernama Facebook Phone seperti yang diisukan belakangan ini.

“Kami melihat bahwa hampir semua pengalaman akan terasa lebih baik jika dibagikan ke lingkungan sosial, sehingga mengintegrasi lebih dalam ke berbagai platform dan sistem operasi yang sudah ada bisa menjadi cara yang paling baik untuk melakukannya.” Ujar Schopflin, menjelaskan.

Beliau menganggap Michael Arrington, founder TechCrunch, sang penulis berita yang mengangkat isu ini ke permukaan, salah menanggapi ceritanya. “Yang perlu digaris bawahi adalah kapanpun kami bekerja dengan integrasi yang dalam, masyarakat ingin menyebutnya sebagai Facebook Phone karena terdengar sangat mengigit di telinga, namun membuat ponsel itu bukan hal yang kami kerjakan.” Tegasnya.

Apakah pernyataan ini terdengar mengecewakan? Tentunya akan menjadi sangat menarik apabila Facebook memang serius mengerjakan Facebook Phone. Berbagai ekspektasi yang sudah hadir mengenai bagaimana isi dan bentuk dari Facebook phone tersebut diruntuhkan begitu saja, namun tetap tidak menutup kemungkinan malah memberikan ide bagi Facebook untuk membuat Facebook Phone seperti yang diharapkan.

Apalagi, Facebook bukan merupakan yang pertama yang mengerjakan proyek ponsel khusus jejaring sosial. Bekerja sama dengan Verizon, Microsoft sudah lebih dulu meluncurkan ponsel social media-oriented bernama Kin yang ditargetkan kepada pasar berumur 15-30 tahun yang aktif berbagi di Facebook, twitter, dan Youtube. Sementara di Indonesia, popularitas jejaring sosial yang melesat naik membuat kita sendiri sudah memiliki berbagai ponsel bermerk yang diciptakan khusus untuk membuka Facebook, chatting menggunakan eBuddy, membuka Twitter, dan semacamnya.