Melirik Implementasi HTML5 Sejauh Ini

HTML5 dikembangkan sebagai versi HTML terbaru setelah terakhir kali W3C mempublikasikan HTML 4.01 pada Desember 1999 silam. Salah satu kebutuhannya adalah untuk mengurangi ketergantungan akan teknologi Rich Internet Application (RIA) berbasis plugin yang merupakan hak milik dari suatu perusahaan tertentu misal Microsoft Silverlight atau Adobe Flash. HTML5 mulai dikembangkan oleh Web Hypertext Application Technology Working Group (WHATWG) pada Juni 2004. Menurut kalender W3C, HTML5 akan mencapai tahap rekomendasi pada akhir 2010. Banyak contoh implementasi yang telah muncul ke permukaan meski masih dalam tahap eksperimen. Berikut 5 eksperimen yang sejauh saya temukan adalah yang paling menarik :

1) Snow Stack

Sebuah demo galeri foto berkelas.  Seperti semua contoh 3D CSS, hal ini memerlukan browser Safari versi terbaru. Google Chrome saat ini tidak mendukung transformasi 3D.

2) Canvasmol

HTML5 CanvasMol

Demo HTML5 lain menggunakan kanvas, ia memperlihatkan kepada Anda beberapa molekul dalam rotasi.

3) Blowing Up HTML Video

Blowing Up HTML5 Video

Video berputar, klik di mana saja pada video tersebut, gambar akan terurai dengan pusat pada daerah yang diklik dan beberapa saat kemudian akan kembali lagi seperti semula. Hal ini sangat eksperimental dan sulit untuk melihat bagaimana pemanfaatannya.

4) Quake II GWT Port Game

Google membuat Quake, sebuah game yang populer tahun 90-an dan membutuhkan sumber daya yang besar di masanya itu, mampu dimainkan hanya dengan menggunakan browser. Google mengembangkannya dari Jake2, port Quake II ke Java, kemudian memanfaatkan Google Web Toolkit dan sejumlah teknologi lainnya.

5) HTML5 Canvas and Audio Experiment

HTML5 Canvas and Audio Experiment

Sebuah eksperimen yang menampilkan 100 tweets terkait dengan HTML5 dan menampilkan mereka menggunakan mesin berbasis partikel javascript. Setiap partikel mewakili sebuah tweet – klik pada salah satu dari mereka dan tweet akan muncul di layar.