Yahoo Jepang

Reaksi Microsoft Terhadap Kontroversi Yahoo Jepang

Selasa lalu Yahoo Jepang mengumumkan keputusan kontroversional di mana mereka akan menggunakan teknologi Google pada mesin pencari dan sistem iklan mereka. Analis Citigroup Mark Mahaney memperkirakan Google akan menerima sekitar US$ 100 juta setiap tahun sebagai biaya lisensi teknologi mesin pencari mereka kepada Yahoo Jepang. Hal ini cukup membuat Microsoft gerah. Kenapa?

Yahoo Jepang tidak sepenuhnya dimiliki oleh Yahoo, Inc, yang hanya memegang 35% saham. SoftBank memiliki sekitar 40% saham. Founder SoftBank, Masayoshi Son, adalah salah satu dari beberapa investor penting pertama Yahoo dan co-founder Yahoo Jerry Yang duduk sebagai dewan komisaris yang beroperasi secara terpisah dengan Yahoo Inc.

Setelah perjanjian kerja sama Yahoo dan Microsoft tercapai tahun lalu, Yahoo Jepang memiliki kebebasan untuk memilih layanan pencarian mana yang akan mereka gunakan. Banyak yang mengharapkan Yahoo Jepang juga akan memilih menggunakan Microsoft Bing yang akan memperkuat Yahoo di Amerika Serikat pada akhir tahun ini dan juga di negara lain di mana Yahoo beroperasi.

Saat ini Yahoo Jepang menguasai sekitar 53% pangsa pasar mesin pencari di Jepang dan Google menguasai kurang lebih 38% pangsa pasar. Sementara Microsoft Bing yang baru masuk ke pasar Jepang hanya memiliki pangsa pasar sekitar 3%. Jika kedua raksasa mesin pencari ini bergabung maka mereka akan menguasai hampir seluruh pasar (baca: memonopoli) mesin pencari di Jepang yang merupakan pengguna internet terbesar ketiga di dunia dengan sekitar 96 juta pengguna (Data 2008) setelah Amerika Serikat dan China.

Apa kemudian yang dilakukan Microsoft?

Microsoft menyampaikan bukti-bukti kepada komisi perdagangan Jepang yang menjelaskan kenapa Microsoft percaya bahwa kesepakatan ini secara substansi lebih berbahaya untuk kompetisi dibandingkan kesepakatan Google dengan Yahoo di Amerika Serikat dan Kanada tahun 2008 yang dianggap illegal oleh departemen kehakiman di mana kesepakatan itu memberikan 90% dari hasil iklan pencarian berbayar sedangkan pada kesepakatan kali ini Google menerima hampir 100% dari seluruh pencarian di Jepang baik berbayar maupun tidak berbayar. Hal ini berarti tidak akan ada lagi kompetisi mesin pencari di Jepang dan Google pada akhirnya akan mengontrol seluruh informasi pencarian pribadi bagi semua konsumen dan bisnis Jepang.

Takahide Matsuyama, sekretaris umum Komisi Perdagangan Jepang mengatakan bahwa Yahoo Jepang telah berkonsultasi dengan mereka sebelum mengumumkan kesepakatan tersebut. Meski mendapatkan kritik keras dari Microsoft, Komisi Perdagangan Jepang sebagai regulator mengijinkan dan mendukung kesepakatan Google dan Yahoo Jepang ini.