Twitter Logo

Twitter Uji Coba You Both Follow

Setelah mengganti sistem algoritme trending topics mereka, Twitter kembali menambah jajaran inovasi dengan menguji coba fitur terbaru yang tampaknya cukup berguna bagi pengguna twitter. Berita ini mulai menyebar ketika Nick Kallen, salah satu teknisi Twitter, memberikan pengumuman melalui akun Twitternya mengenai uji coba fitur ini.

“You Both Follow” – Fitur ini menunjukkan akun-akun pengguna lain yang difollow oleh kedua belah pihak ketika penggunanya sedang mengecek profil pengguna lain, yang akan muncul di sidebar sebelah kanan, diatas kolom “following”. Fitur ini bisa membantu pengguna untuk meng-follow pengguna lain yang berasal dari komunitas yang sama, atau berbagi hobi dan ketertarikan terhadap suatu hal yang sama.

Alasan mengapa Twitter baru memperkenalkan fitur ini diperkirakan karena sifat Twitter yang lebih mengarah ke komunikasi satu arah, yang tentunya sangat digemari oleh para selebritis dan kalangan pemuka masyarakat. Namun melihat banyaknya pengguna twitter yang membangun dan memperluas komunitasnya melalui Twitter, “You both follow” yang lebih bersifat dua arah ini tentunya sangat membantu. Kesuksesan fitur ini terbukti pada Facebook yang telah menggunakan sistem seperti ini (dikenal sebagai “common friends”) lebih dahulu dan telah menjadi salah satu fitur yang mendukung aktivitas jejaring sosial.

Twitter You Both Follow

Meski fitur ini baru diuji cobakan kepada 10% pengguna twitter, belum ada pengumuman lebih  lanjut kapan fitur ini akan disebarluaskan ke  pengguna twitter lainnya. Teknisi API Twitter lainnya, Marcel Molina, juga mengatakan di tweetnya bahwa dia telah membentuk tim dengan Kallen untuk mengembangkan fitur lain yang tampaknya memberi bocoran mengenai fitur selanjutnya yang mendukung fitur “You Both Follow” seperti merekomendasi akun twitter berdasarkan akun-akun twitter yang di-follow.

Tampaknya fitur-fitur terbaru Twitter yang sedang dikembangkan ini membuat Twitter makin merambah layanan jejaring sosial berdasarkan sistem microblogging, sejalan dengan pendahulunya, Facebook, yang tampaknya mulai ditinggalkan perlahan oleh para penggemarnya akibat berbagai kasus yang menimpa Facebook belakangan ini.

Screenshot : Mashable | SourceTechCrunch