HolyCow Steak Logo

HolyCow Steak – Pasarkan StartUp Lokal via Social Media

Pagi ini, Warung Steak Hotel by Holycow! tampil di Kompas. Bukan iklan, bukan advetorial dan bukan liputan mengenai enaknya steak mereka namun bagaimana mereka memanfaatkan Twitter untuk memasarkan warung steak baru mereka. Holycow Steak ini tidak sendiri dalam tulisan tersebut. Ada Sour Sally, Anomali Coffee, Adrie Subono dan Budiono Darsono yang juga diliput pada tulisan mengenai kesuksesan pemasaran via Twitter tersebut. Bagi saya, Holycow Steak ini adalah contoh yang paling menarik di antara beberapa merk yang dibahas. Kenapa?

Saya pertama kali mengetahui tentang Holycow Steak ini melalui tweet dari @JerryAurum sekitar 1-2 bulan lalu yang tidak ingat lagi kapan tepatnya. Setelah tweet tersebut pelan tapi pasti muncul 1-2 tweet mengenai Holycow Steak. Saya tidak mempedulikannya hingga saya membaca Kompas tadi pagi sambil menikmati sarapan minggu pagi.

HolyCow Steak Kompas

Artikel tersebut sangat inspiratif namun saya menyayangkan judul artikel tersebut, “Tinggal “Tweet”, Keajaiban itu datang”. Sudah banyak merk lokal yang masuk ke Twitter dan melakukan tweet ratusan kalau bukan ribuan kali namun keajaiban tersebut tidak kunjung datang. Ada merk yang malah menuai kritik.

Holycow Steak dibuka pertama kali pada 15 Maret 2010 dan menurut salah satu pemiliknya, sekitar 95% pengunjung pada 2 bulan pertama mengetahui Holycow Steak dari Twitter. Kompas mencatat follower @holycowsteak pada hari Kamis, 22 Juli 2010 malam berjumlah 4.444 dan pada saat tulisan ini saya tulis jumlah follower telah meningkat menjadi 4.990 atau naik 546 follower dalam waktu 3 hari.

Holycow Steak mengajak pengunjung untuk menjadi teman di Facebook dan follower di Twitter namun tidak memberikan reward langsung apapun hanya daily updates dan hadiah via lomba. Namun mereka memberikan satu porsi tiramius gratis bagi pemesan steak yang memention @holycowsteak di akun Facebook maupun Twitter mereka tanpa ada kewajiban untuk melakukan retweet.

Twitter Holycow Steak dengan lebih dari 2.400 tweets tampak sangat interaktif bersosialisasi dengan menjawab pertanyaan, mengomentari pernyataan dan meminta pendapat follower layaknya akun Twitter pribadi.

Hal sebaliknya terjadi pada akun Facebook Holycow Steak yang saat ini memiliki kurang dari 500 teman, hampir tidak pernah kalau bukan tidak pernah mengomentari status yang masuk di wall mereka dan update status yang sangat jarang yang ketika dilakukan pun bersifat satu arah. Dari 25 foto yang ditag teman Facebook, hanya 3 yang berkaitan dengan Holycow Steak.

Holycow Steak juga hadir di Foursquare. Tercatat 224 orang melakukan check-in sebanyak 335 kali dan 26 tips diberikan hingga saat ini.