Nokia Eksismeter

Nokia Eksismeter : Karena Teman Sejati Rela Dispam?

Nokia dan “mainan” terbaru mereka, Eksismeter, tampaknya tidak cukup eksis untuk mendapatkan respon positif dari para konsumennya. Kesempatan mendapatkan handphone Nokia C3 untuk 2 orang pemenang setiap minggunya bagi pengguna paling eksis menurut Eksismeter memang menarik untuk dicoba, namun kekecewaan pengguna Eksismeter terdengar cukup nyaring dari berbagai pihak yang telah berpartisipasi ke dalam kompetisi ini.

Nokia Eksismeter adalah sebuah aplikasi yang mengukur dan membandingkan seberapa eksis penggunanya melalui setiap aktivitas dunia maya yang dilakukan lewat berbagai akun jejaring sosial yang dimiliki, seperti Twitter dan Facebook. Pemenangnya ditentukan melalui poin dan badges yang diraih melalui banyaknya aktivitas yang dilakukan, seperti update status dan tweet. Terdengar cukup menarik? Tentunya, apalagi untuk sebuah game iseng-iseng berhadiah.

Keasyikan permainan ini mulai terusik kala aplikasi twitter yang terhubung ke Eksismeter mulai merusak timeline penggunanya dengan memposting tweet yang berbau iklan menggunakan akun tersebut. 1-2 tweet tampaknya bukan menjadi masalah besar, namun 8 tweet sekaligus? Mengubah akun seseorang menjadi alat spamming adalah suatu hal yang mengganggu.

Contoh Spam Nokia Eksismeter

Situs Eksismeter pun mulai mengalami berbagai masalah, diawali dengan kesulitan penggunanya untuk menambah jumlah poin eksismeter mereka. Situs tersebut tidak me-redirect penggunanya ke halaman Eksismeter, bahkan menunjukkan adanya fatal error sehingga pengguna harus me-refresh halaman tersebut. Nilai poin pun tidak terakumulasi, sehingga pengguna tidak bisa mengupdate poin mereka.

Nokia Eksismeter Error

Tidak cukup sampai disitu saja, pengguna bahkan tidak bisa membuka situs tersebut. Eksismeter meminta penggunanya untuk memasukkan username dan password yang tidak pernah diminta sebelumnya ketika pengguna melakukan registrasi. Sampai artikel ini ditulis, situs Eksismeter masih belum mengalami perubahan. Twitter resmi Nokia Indonesia mengatakan bahwa mereka sedang dalam proses memperbaiki bug yang ada dalam aplikasi tersebut

Usaha Nokia memang cukup berhasil menarik perhatian, namun bila berakhir menjadi bom bunuh diri, jalan satu-satunya Nokia adalah mengatasi masalah tersebut dan menjadikan kompetisi ini menjadi kompetisi yang tidak hanya memberi efek negatif bagi vendor ponsel asal Finlandia tersebut.