Review vivo V3Max Indonesia

Smartphone yang dihargai Rp5 juta ini langsung jadi pesaing Samsung Galaxy A5 2016, OPPO R7s dan LG G5 SE, para pesaing yang sudah punya nama di sini. Supaya smartphone ini berbedanya dengan yang lain, vivo menggunakan taglinefaster than faster” yang artinya lebih cepat dari lebih cepat, dan fitur Hi-Fi di dalamnya. Apakah cukup untuk bersaing? Ayo kita mulai bahas smartphone ini..

vivo V3max adalah smartphone unibodi berbahan metal. Di bagian ini kita disuguhi tombol menu kapasitif yang tidak ada backlight-nya, kamera depan 8MP, earpiece, LED notifikasi, dan sensor proximity. vivo juga sudah memberikan antigores plastik yang mudah berminyak dan tergores, nggak cukup bagus tapi lumayan lah. Yang terakhir ada logo vivo di sudut kanan atas layar.

Bagian sisi-sisinya cukup rame. Di kanan kita akan menemukan tombol volume dan power, di atas ada garis antenna dan lubang earphone, di kiri ada slot kartu SIM yang juga berfungsi sebagai slot MicroSD. Slot ini agak unik karena memberikan pilihan ukuran mikro dan nano, tidak seperti smartphone lain yang kedua slotnya sama besar.

vivo-V3Max-bodi-HGN
Di sisi bawah, terdapat lubang speaker, port micro USB, dan mikrofon. Lanjut ke bagian belakang, kita akan disambut kamera 13MP. LED flash, sensor sidik jari yang lebih enak kalau ukurannya lebih besar, logo vivo, dan tulisan vivo. Saya nemuin total ada 4 kata vivo yang nempel di smartphone ini tapi saya akui kalau desain dari smartphone ini memang cakep. Bentuknya yang tipis ditambah pemilihan warna emas ini membuatnya terlihat elegan dan mahal.

Untuk spesifikasi, kita akan mendapatkan jeroan yang sudah memenuhi kodrat smartphone Rp5 juta. Layar IPS di vivo V3Max berukuran 5,5 inci dengan resolusi 1080p. Smartphone ini diperkuat dengan prosesor Snapdragon 652, GPU-nya Adreno 510, kapasitas penyimpanan internal 32GB, RAM 4GB dan baterai 3.000 mAh. Buat yang sering lupa nge-cas, teknologi fast charging yang ada di smartphone ini lumayan membantu karena bisa mengisi baterenya dari 0-100% dalam waktu lebih kurang dari 1.5 jam.

Sensor di vivo V3Max cukup lengkap. Semuanya ada kecuali sensor temperatur dan sensor tekanan, yang memang belum pernah saya temui di smartphone manapun. Walaupun menggunakan tidak menggunakan panel AMOLED, layar pada smartphone ini mampu menampilkan warna yang cerah dan tajam, viewing angle-nya pun bagus. Yang cukup mengganggu buat saya adalah tingkat gelapnya yang kurang. Kalau digunakan di kamar yang gelap, tingkat paling gelapnya pun kurang nyaman untuk digunakan.

DSC00082
Soal performa, taglinefaster than faster” emang gak bohong. Semua kegiatan saya bisa dilakukan tanpa hambatan. Multitasking, memulai suatu aplikasi, scrolling membaca berita, sampai bermain game berat seperti Lara Croft GO dalam setting grafis tertinggi bisa dilibas tanpa masalah. Nggak banyak yang bisa saya ceritakan performa karena memang nggak ada keluhan sama sekali.

Yang cukup membuat saya kagok dalam menggunakan smartphone ini adalah sistem operasi custom bawaannya, Funtouch OS. Banyak perbedaan yang saya temukan selama menggunakan smartphone ini. Ketika kita menarik layar dari bagian atas, smartphone ini akan menampilkan bar notifikasi. Untuk masuk ke pengaturan cepat, kita harus menarik layarnya dari bagian bawah. Sampai saat ini saya masih terbiasa dengan menampilkan semuanya hanya dengan menarik bagian atas.

DSC00077
Jika kita menekan tombol menu, option pada aplikasi yang sedang kita jalankan akan keluar, bukan tampilan aplikasi yang belum kita tutup seperti smartphone Android lain. Untuk menampilkan itu, kita harus menahan tombolnya beberapa saat, efeknya sama seperti menarik layar dari bawah. Aplikasi yang sedang berjalan pun cuma ditampilkan dalam bentuk icon, bukan kartu-kartu seperti smartphone Android lain. Di vivo V3Max juga menggunakan app drawer, sama seperti iOS.

Smartphone ini memiliki banyak shortcut yang berguna kalau kita mau menghapalnya. Seperti menggambar huruf C di layar yang mati untuk langsung masuk ke fungsi telepon, huruf M untuk musik, dan lainnya. ada juga fungsi super screenshot yang bisa merekam layar + suara, smart click, dan satu-satunya shortcut yang saya gunakan setiap hari, yaitu goyangkan smartphone untuk menghidupkan senter. Simpel tapi sangat berguna. Dan satu lagi yang menurut saya langkah bagus dari vivo, mereka sudah menyediakan daftar lokasi service center di smartphone ini lengkap dengan nomor kontaknya, jadi kita nggak perlu repot nyari di Google.

DSC00086
Untuk sensor sidik jari, kecepatan bacanya termasuk tinggi, 0.5 detik dari smartphone dalam keadaan  sleep. Tingkat keakuratannya pun tinggi dari sudut manapun (360 derajat). Yang saya agak sayang adalah bentuknya yang cukup kecil sehingga terasa kurang leluasa dan posisinya yang ada di belakang. Sebenarnya posisi ini wajar karena smartphone ini tidak punya tombol home fisik, tapi saya lebih suka kalau di depan jadi kalau lagi ditaruh di atas meja, nggak perlu repot repot ngangkat smartphone buat unlock.

Di kotaknya, salah satu tagline vivo adalah Hi-Fi alias High Fidelity, yang berarti mereka mau bilang kalau kualitas audionya bagus. Nyatanya? Dengan SNR 105dB dan tingkat distorsi -97dB, teknologi ini memang menawarkan suara yang halus dan pengalaman mendengar yang lebih menyenangkan terutama kalau suaranya didengerin pake earphone ato headset ato sejenisnya.

DSC00090
Soal kamera, hasil fotonya cukup memuaskan walaupun agak nanggung. Warna yang dihasilkan terasa nyata dan detilnya juga bagus di saat cahaya cukup, dynamic range-nya juga lumayan bagus, nggak sejelek smartphone lain. Tapi saat low light, terkadang smartphone ini sulit untuk mendapat fokus. Detil yang bagus di siang hari pun langsung hilang semua saat kondisi low light. Untuk selfie sih nggak ada masalah, sudah bagus. Kamera dapat diaktifkan dalam waktu kurang dari 1 detik dan teknologi autofocus-nya yang menggunakan phase detection (PDAF) juga mampu mengunci fokus dalam waktu sekedipan mata.

Kesimpulannya, taglinefaster than faster” yang ada di vivo V3Max emang nggak bohong. Performa yang disuguhkan smartphone ini mulus. Semua kegiatan yang dilakukan di smartphone ini bisa dijalankan dengan baik tanpa masalah. Desain dari V3Max juga cantik dan akan membuat orang langsung menyimpulkan kalau ini adalah smartphone yang mahal. Kata Hi-Fi yang tertulis di pinggir kotaknya pun gak bohong, karena kualitas audio yang diberikan emang bagus. Kamera juga gak mengecewakan walaupun performa low light-nya kurang.

GD Star Rating
loading...
You can leave a response, or trackback from your own site.
Ingin mempublikasikan ulang artikel ini di situs anda?


*copy-paste kode di atas ke dalam form posting blog Anda


Top incoming search terms for this post