WiMax Antenna

Awal Komersialisasi WiMax Di Indonesia

Impian untuk memiliki akses internet berkecepatan tinggi, stabil, dapat di bawa ke mana-mana dan harga yang terjangkau adalah impian setiap pengguna internet di manapun. Sayangnya perjalanan menuju ke akses internet impian itu bukan jalan yang mudah. Teknologi 3G, HSDPA dan EVDO yang hadir sejak beberapa tahun yang lalu tampaknya relatif tidak mampu memenuhi harapan dari banyak pengguna-nya. Banyak yang menaruh harapan pada teknologi berikutnya : WiMax. Apakah benar WiMax mampu mewujudkan impian itu?

Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMax) merupakan teknologi akses internet nirkabel pita lebar. WiMax dibuat berdasarkan standar IEEE 802.16 yang disebut juga Broadband Wireless Access (BWA). Dalam perkembangannya, teknologi WiMax dibagi menjadi 3 generasi :

WiMAX 16.d, atau sering disebut WiMAX nomadic dengan mobilitas terbatas hingga kecepatan downlink hingga 70 Mbps.
WiMAX 16.e, merupakan WiMAX mobile dengan mobilitas tinggi hingga kecepatan downlink hingga 144Mbps.
WiMAX 16.m, WiMAX mobile dengan mobilitas tinggi hingga kecepatan downlink hingga 1Gbps.

WiMax pernah digunakan di Indonesia untuk membantu komunikasi di Aceh sesaat setelah tsunami terjadi pada 26 Desember 2004. Ketika itu infrastruktur komunikasi di area tersebut hancur hingga membuat mereka yang selamat tidak dapat berkomunikasi dengan orang yang berada di luar area bencana dan sebaliknya. WiMax menyediakan akses pita lebar yang membantu menghidupkan kembali komunikasi dari dan ke Aceh.

Komersialisasi layanan WiMAX frekuensi 2,3 GHz di Indonesia diberikan melalui proses lelang yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Depkominfo yang hasilnya diumumkan pada 16 Juli 2009 silam.

Hasil lelang
1 Sumatera Utara : PT First Media – Rp 7.201.000.000
2 Sumatera Bagian Tengah : PT Berca Hardaya Perkasa – Rp 5.125.000.000
3 Sumatera Bagian Selatan : PT Berca Hardaya Perkasa – Rp 5.125.000.000
4 Banten dan Jabodetabek : PT First Media – Rp 121.201.000.000
5 Jawa Barat : PT Comtronic System dan PT Adiwarta Perdana (konsorsium) – Rp 25.218.000.000
6 Jawa Tengah : PT Telkom – Rp 18.654.000.000
7 Jawa Timur : PT Comtronic System dan PT Adiwarta Perdana (konsorsium) – Rp 31.518.000.000
8 Bali dan NTB : PT Berca Hardaya Perkasa – Rp 5.100.000.000
9 Papua : PT Telkom – Rp 775.000.000
10 Maluku dan Maluku Utara : PT Telkom – Rp 533.000.000
11 Sulawesi Selatan : PT Berca Hardaya Perkasa – Rp 5.299.000.000
12 Sulawesi Bagian Utara : PT Telkom – Rp 1.177.000.000
13 Kalimantan Barat : PT Berca Hardaya Perkasa – Rp 6.991.000.000
14 Kalimantan Bagian Timur : PT Berca Hardaya Perkasa – Rp 3.490.000.000
15 Kepulauan Riau : PT Berca Hardaya Perkasa – Rp 4.000.000.000.

WiMaX & 3G Comparison

Setelah hampir setahun pemenang lelang tersebut diumumkan, baru PT First Media melalui anak perusahaannya Sitra WiMax yang akan meluncurkan layanan komersialnya minggu depan yang beroperasi untuk wilayah Jabodetabek, Propinsi Banten, Propinsi Sumatera Utara, dan Propinsi Nangroe Aceh Darussalam.

Harga layanannya sendiri masih belum dipublikasikan namun Sitra WiMax berjanji akan memberikan kualitas koneksi yang lebih cepat dan lebih stabil dengan harga yang terjangkau. Kita tunggu saja peluncuran resminya minggu depan.. =)

Jika Anda punya koneksi internet dengan kecepatan downlink hingga 144Mbit/s, uplink hingga 35Mbit/s dan bisa dibawa ke manapun, akan Anda gunakan untuk apa?

Sumber data hasil lelang : Wikipedia, Sumber gambar perbandingan : Microsite SitraWimax