GantiBaju.com Logo

GantiBaju.com – Ekspresi Bangga Indonesia

Adalah Gantibaju.com, salah satu toko kaos online yang lebih dari sekadar menjual kaos. Situs milik anak bangsa ini sudah berkembang cukup lama semenjak Agustus 2009, dibangun oleh Aria Rajasa dari Rajasa.com dan Anang Pradipta dari Gamexeon.com. Dimulai dari kebanggaan dan kecintaannya terhadap Indonesia, Aria berharap bahwa kalangan muda Indonesia bisa lebih bangga dalam menggunakan produk lokal. Terinspirasi dari Threadless, mereka menyukai konsep situs tersebut dan dengan kepercayaan terhadap desainer lokal, mereka mulai mengembangkan Gantibaju lebih jauh lagi.

Yang membedakan Gantibaju.com dengan berbagai toko kaos online lainnya adalah kesempatan yang terbuka bagi konsumer untuk menentukan sendiri desain dari kaos yang ingin mereka beli. Dengan menggunakan sistem kontes, konsumer bisa mengirimkan desain kaos yang akan di-vote oleh pengunjung lainnya. 5 desain terbaik akan dipilih berdasarkan voting dan akan dicetak sebagai kaos. Tidak hanya itu, pemenang juga tetap mendapatkan hadiah beserta royalti dari keuntungan penjualan kaos tersebut.

GantiBaju.com Preview

Dengan 6000 anggota yang sudah mendaftarkan diri, dan satu diantara enam anggota tersebut adalah designer, GantiBaju.com mendapatkan sekitar 600 desain kaos per bulan dengan sekitar 150-200 permintaan kaos per bulan. Menurut wawancara yang dilakukan e27 dengan Aria, kebanyakan designer didapatkannya dari jaringan sosial dan kontak secara personal yang dilakukannya dan team Gantibaju. Mereka juga menambah jumlah uang sebagai hadiah secara periodik, dan berusaha untuk mendapatkan review dimana saja dengan berbicara dengan siapa saja dan hadir dalam hampir setiap event yang ada.

Membuat situs kaos online ini memang tidak mudah. Dua masalah besar yang dialami team Gantibaju adalah pembayaran dan budaya. Tidak adanya patokan dalam pembayaran di Indonesia memang membatasi kepercayaan dari para konsumer, namun mereka berusaha meyakinkan konsumer dengan pengembalian uang secara penuh jika kaos yang dipesan tidak sesuai atau menggantinya dengan yang baru. Masalah budaya yang dialami adalah adanya anggapan buruk terhadap produk lokal yang membuat kalangan muda khususnya kurang menggemari produk lokal. Meski begitu, team Gantibaju optimis mereka sanggup mengganti anggapan tersebut.

Foto diambil dari GantiBaju.com